Selasa, 31 Oktober 2017

Keliling Dunia, Belajar Sejarah, Sampai Keluar Angkasa

Waaaaah, setelah buku seri Cuaca tante FiFadila laris manis, buku barunya terbit lagi lho. Pasti yang ini sekeren kakaknya ya. Buku apa sih? Kepo nih? 😁


Rabu, 31 Mei 2017

Lihat, Ibu! Apa yang Ada di Langit?

Yeay, buku Tante Fi sudah datang!

Sejak bicaranya mulai lancar, Arfan semakin sering bertanya tentang apa saja. Kadang-kadang, Ibu sampai bingung mau jawab apa. Sudah dijelaskan pun pertanyaannya masih sering diulang-ulang. Yah, namanya juga anak-anak. Pembelajar alami.

Seperti kalau sedang melihat langit saat cerah, mendung, atau hujan, selalu datang pertanyaan. Kenapa awannya putih? Kenapa hujannya sedikit? Kenapa langitnya menyala? Kenapa dan kenapa yang seolah tiada habisnya.

Baginya, melihat fenomena alam yang berkaitan dengan langit, sangatlah menarik. Ah, pas sekali ini sama buku-buku Seri Cerita Cuaca-nya Tante FiFadila. Yuk lah Dek, kita baca sama-sama.


Dua dari enam judul Seri Cerita Cuaca

FiFadila menulis enam judul Seri Cerita Cuaca, yaitu Hujan, Awan, Sinar Matahari, Salju, Petir, dan Angin. Buku-buku ini adalah buku yang menjelaskan tentang sains tetapi dikemas seperti cerita. Jadi tidak akan berat dan membosankan.

Teksnya singkat-singkat. Jadi anak-anak yang mulai membaca sendiri, tidak akan kesulitan memahami. Dan yang paling membuat Ibu dan Arfan jatuh cinta adalah ilustrasinya yang sederhana tapi kereeeen. Sangat mendukung isi teks. Ditambah lagi, ada kamus kecil yang menjelaskan istilah-istilah yang sulit. Jadi Ibu nggak susah-susah googling lagi, hehehe.

Di bagian akhir, ada eksperimen sederhana yang bisa dicoba di rumah. Wah, Arfan seneng banget nih. Kita siapin dulu bahan-bahannya, ya Fan. 

Seri Cerita Cuaca : Hujan

Kita intip sedikit isi bukunya ya. Di seri hujan ini, sebuah tetes hujan menjadi tokoh utamanya. Dialah yang bercerita tentang hujan.

Nah, Ibu jadi lebih mudah menjelaskan kepada Arfan tentang asal usul hujan, manfaat hujan, tips-tips saat hujan, dan masih banyak lagi.

Seri Cerita Cuaca : Sinar Matahari. Mataharinya mau bobok, kata Arfan.

Di seri Sinar Matahari, Si Mahatari menjadi tokoh utamanya. Dia bercerita tentang perjalanannya dari terbit hingga tenggelam. Meskipun sinar matahari terasa panas dan terik, ternyata manfaatnya banyak sekali lhoh. Lagipula kalau cuaca cerah, Arfan senang bisa lari-larian di luar rumah.

Data Buku
Judul : (Seri Cerita Cuaca) Hujan, Salju, Petir, Angin, Awan, Sinar Matahari
Penulis : FiFadila
Penerbit : Tiga Ananda (Imprint Tiga Serangkai)
Tahun Terbit : 2017
Tebal : 36 halaman
Harga : @30000 (pesan lewat penulisnya barangkali dapat diskon plus bonus tanda tangan 😁)

Lupa nggak ikutan PO jadi kehabisan. Padahal Arfan sudah nggak sabar dapat jawaban kenapa langitnya menyala kalau ada petir, hihihi. Sabar dulu ya, Dek. Nanti Ibu colek-colek Tante Fi. Kalau ga sabar juga, cus lah kita cari ke toko buku, ya.

Yang pingin tahu seri lengkapnya, bolehlah kepoin FB-nya Fifa Dila.


Minggu, 15 Januari 2017

Panen Ide dengan Metode Korita

Sejak membaca ulasan Mas Ganda Rudolf tentang Cerpen-gram di blog rumahjamurkurcaci.com, saya jadi penasaran ingin membaca bukunya sendiri. Beruntung penulisnya, Pak Peng Kheng Sun, ikut mengomentari postingan ulasan tersebut di facebook. Saya jadi punya kesempatan untuk memesan langsung buku Cerpen-gram pada beliau. Ketika sampai, saya tidak hanya mendapatkan buku Cerpen-gram, tapi Pak Peng juga memberi saya bukunya yang berjudul Korita.

Buku Korita dan Cerpen-Gram yang ditulis oleh Pak Peng Kheng Sun

Minggu, 21 Februari 2016

Cerita Anak : Teman Baru



Gambar dari : https://mentoringku.files.wordpress.com/2011/06/akhwat.png
Kelas Qila, kedatangan murid baru. Namanya Nisa. Sejak pertama kali Qila melihat teman barunya itu, Qila merasa ia tidak akan cocok berteman dengan Nisa. Saat Nisa mengulurkan tangan untuk mengajak Qila bersalaman, Qila hanya menyentuhkan ujung jarinya saja. 

“Kenapa sikap kamu begitu, La?” tanya Fitri, teman sebangku Qila.

“Habis dia dekil. Tuh lihat bajunya, kucel tidak disetrika. Jangan-jangan belum mandi,” cibir Qila.

“Hush, jangan suudzon!” tegur Fitri.

Sabtu, 20 Februari 2016

Femina No 6, 12 Februari 2016 : Harta Karun

Tulisan ini, dimuat di rubrik Gado-Gado di Majalah Femina. Ada proses yang panjang dari menulis naskah ini hingga akhirnya dicetak di majalah.

Sebelum dimuat, saya memang sudah mendapat pemberitahuan dari Femina. Sekaligus permintaan mengirimkan surat pernyataan bermaterai. Sekitar sebulan lebih seminggu kemudian, cerita ini tampil di sana.

Naskah Gado-Gado yang saya posting di blog ini, masih versi asli. Sedangkan yang dimuat sudah disunting dan beberapa dipotong. Mungkin karena terlalu panjang. Hehehe. 

Kalau teman-teman punya pengalaman pribadi yang berkesan, bisa juga lho ditulis dan dikirimkan ke rubrik ini. Panjangnya maksimal 3 halaman folio, ketik 2 spasi. Nama tokoh dan tempat kejadian boleh disamarkan. Tapi kejadiannya bukan fiktif ya. Pengirimannya bisa melalui email kontak@femina.co.id.